Menu

Day: June 23, 2018

Sejarah Memphis Yang Perlu Kamu Ketahui

Memphis ialah kota Mesir kuno yang bermanfaat tidak melulu sebagai kota urgen tetapi pun sebagai ibukota Mesir kuno sekitar Kerajaan Lama. Itu ialah rumah dari tidak sedikit firaun, tergolong Raja Tutankhamun, dan tersebut tetap menjadi kota urgen sepanjang sejarah, hingga kematiannya selama waktu timbulnya Kekristenan sesudah abad kesatu A.D.

Lokasi

Memphis terletak di sebelah Selatan delta Sungai Nil di Tepi Barat. Terletak selama 15 mil di unsur selatan Kairo modern, dan terletak di perbatasan yang membelah Mesir Hilir dan Hilir. Ini ialah rumah untuk piramida Giza dan Sphinx Agung. Ini pun rumah untuk nekropolis besar, Saqqara, yang adalahtempat pemakaman populer untuk Firaun Kerajaan Lama serta bangsawan lainnya.

Sejarah Memphis

Memphis didirikan oleh Raja Menes. Dia mempersatukan Mesir Atas dan Hilir menjadi satu monarki. Nama kesatu guna kota ialah “Dinding Putih” yang bisa jadi berasal dari batu bata putih istana Menes. Memphis ialah kota yang urgen selama Kerajaan Lama sehingga tidak sedikit firaun dan orang powerful lainnya memilih padang pasir di sini sebagai lokasi pemakaman mereka.

Memphis ialah pusat kultus Ptah, Tuhan pencipta dalam agama Mesir kuno. Dia pun pelindung semua pengrajin yang tepat sebab Memphis, pada masa kejayaannya, berkembang sebagai pusat perniagaan dan perdagangan. Meskipun tidak langsung di Sungai Nil, kanal menghubungkannya, memungkinkan perniagaan yang melimpah.

Banyak kuil di bina di sini untuk memuliakan Ptah, Sekhmet (istrinya) dan putra mereka, Nefertem. Namun, kuil-kuil ini kini menjadi reruntuhan. Pada sebuah waktu, Kuil Besar Ptah berdiri sebagai di antara struktur kota yang sangat menonjol.

Memphis merasakan menjadi ibu kota Mesir kuno sekitar delapan dinasti beruntun selama Kerajaan Lama. Dengan timbulnya Thebes sekitar Kerajaan Baru, Memphis menolak. Namun, bermanfaat sebagai ibukota kedua Mesir dan menyaksikan kelahiran Amenhotep II.

Memphis disita oleh Raja Persia, Cambyses II pada 525 SM. Alexander Agung mengungguli Persia pada tahun 332 SM. dan menjadikan Memphis sebagai markasnya sedangkan dia merencanakan kotanya, Alexandria, ke utara.

Selama kebangkitan agama Kristen, tidak sedikit kuil hancur dan Memphis kesudahannya ditinggalkan. Beberapa bangunan yang tersisa dirombak untuk membina desa lain tergolong kota Kairo.

Sisa dari Memphis

Hanya sejumlah reruntuhan yang tersisa dari kota besar, Memphis, hari ini. Salah satunya ialah patung Ramses II. Setelah mengukur 40 kaki panjangnya, tersebut telah bobrok dan kaki dan kaki bawah kini hilang dari itu. Pada sebuah waktu, tersebut menghiasi kuil Ptah. Namun, sekarang, ia sudah mengalami tidak sedikit kerusakan dari berabad-abad terbaring di pasir.

Kehancuran urgen lainnya di Memphis ialah Sphinx alabaster. Lebih kecil dan tidak cukup menonjol dari Sphinx Agung di Giza, Sphinx alabaster berdiri selama 13 kaki dan panjang 24 kaki. Diperkirakan beratnya selama 80 ton.

Saqqara

Saqqara melayani sebagai necropolis (pemakaman) guna Memphis. Hal ini penting sebab adalahrumah untuk banyak piramida tergolong Langkah Piramida Djoser yang dibangun sekitar Dinasti ke-3. 16 raja Mesir lainnya membina piramida mereka di Saqqara. Orang-orang non-kerajaan pun memilih Saqqara sebagai lokasi pemakaman mereka. Pada tahun 1979, wilayah itu diputuskan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Bangunan batu terbesar kesatu di Mesir dikreditkan ke raja dinasti ketiga, Djoser dan penasihatnya, Imhotep. Bangunan batu ialah Langkah Piramida Saqqara.

Beberapa monumen yang ditemukan di Saqqara meliputi:

– Pyramid Complex of Teti
– Kompleks Piramida Pepi I & Pepi II
– Piramida Kompleks Netjerikhet
– Piramida Kompleks Sekhemkhet
– Kompleks Piramid Userkaf
– Tomb of Hotepsekhemwi
– Piramida Kompleks Merenre I

Eksplorasi arkeologi dari Memphis

Desa Mit Ruhaynah terletak dekat dengan reruntuhan kota kuno Memphis. Sekitar peralihan abad ke-20, sejumlah dinding kota kuno (meskipun hancur bahkan kemudian) dapat dilihat namun sejak tersebut menghilang. Sayangnya, tidak sedikit piramida dan makam dijarah oleh pemburu harta karun sebelum riset ilmiah yang benar dapat dilakukan.

Garis waktu

– 1850: Auguste Mariette mengejar Serapeum.
– 1908-1913: Sir Flinders Petrie mengejar bagian dari Kuil Ptah. Bagian ini sudah menghilang.
– 1917: Yayasan istana Merneptah digali oleh pengiriman Universitas PA.
– 1930-an: Walter Byron Emery mengejar makam dinasti kesatu yang penting.

Arkeolog urgen lainnya tergolong Andrew Reisner dan Hermann Junker (penggalian di Giza), Ludwig Borchardt (menggali piramida dinasti ke-5 dan kuil-kuil matahari), Zakaria Goneim (menemukan piramida yang tidak diketahui dari dinasti ke-3) dan J.P. Lauer (kompleks Langkah Pyramid).

Fakta mengenai Memphis

– Objek pemakaman Saqqara dirasakan sebagai di antara dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.
– Memphis menjabat sebagai ibu kota Mesir saat Persia memerintah sekitar Dinasti ke-27.
– Kata “Memphis” ialah kata Yunani yang berasal dari kata Mesir “Menofre”.
– Pada abad ke-5 SM, sejarawan Yunani, Herodotus, mendatangi Memphis.
– Munculnya kota pelabuhan, Alexandria, mengakibatkan pengabaian akhir dan memburuknya Memphis.
– Juga dikenal sebagai Ankh Tawy yang berarti “mengikat dua tanah” (Mesir atas dan bawah).
– The Step Pyramid of Saqqara di bina pada 2650 SM.
– The Apis Bulls, dirasakan sebagai pengejawantahan hidup dari Ptah, dimakamkan di Serapeum Saqqara.
Saqqara merangkum area seluas selama empat mil persegi dan dipecah menjadi dua kategori: Saqqara-Utara dan Saqqara Selatan.
– Memphis didirikan oleh King Menes di 3.100 SM.

Read More