Menu

Day: August 21, 2018

Memphis – Kota Kuno dan Ibu Kota Mesir Dekat Kairo

Nama yang kita pakai saat ini berasal dari Piramida Pepy I di Saqqara, yakni Mennufer (tempat yang baik), atau Menfe Koptik. Memphis ialah terjemahan Yunani. Namun Kota ini awalnya ialah Ineb-Hedj, yang berarti “The White Wall”. Beberapa sumber mengindikasikan bahwa versi beda dari nama tersebut barangkali bahkan sudah diterjemahkan ke nama canggih kita guna negara tersebut, Mesir. Selama Kerajaan Tengah, tersebut Ankh-Tawy, atau “Itu Yang Mengikat Dua Lands”. Faktanya, tempatnya terletak kira-kira antara Mesir Atas dan Hilir, dan pentingnya wilayah ini diperlihatkan oleh kecenderungannya yang gigih guna menjadi Ibukota Mesir, sebab Kairo melulu ke Utara ketika ini.

Memphis, didirikan selama 3.100 SM, ialah kota legendaris Menes, Raja yang mempersatukan Mesir Atas dan Bawah. Pada awalnya, Memphis lebih barangkali sebuah benteng di mana Menes menguasai jalur darat dan perairan antara Mesir Hulu dan Delta. Mungkin berasal dari Mesir Hulu, dari Memphis dia dapat mengendalikan orang-orang yang ditaklukkan dari Mesir Hilir. Namun, pada Dinasti Ketiga, bangunan di Saqqara mengindikasikan bahwa Memphis sudah menjadi kota yang lumayan besar.

Tradisi menuliskan bahwa Menes menegakkan kota dengan menciptakan tanggul guna melindungi wilayah tersebut dari banjir Nil. Setelah itu, kota besar Kerajaan Lama ini menjadi pusat administrasi dan agama Mesir. Bahkan, begitu mendominasi ialah kota sekitar era ini yang anda sebut sebagai periode Memphite. Ini menjadi komunitas kosmopolitan dan barangkali salah satu kota terbesar dan terpenting di dunia kuno. Ketika Herodotus mendatangi kota tersebut pada abad ke-5 SM, masa saat Persia memerintah Mesir, ia menemukan tidak sedikit orang Yunani, Yahudi, Fenisia dan Libya salah satu penduduk.

Terus terang, konsep kami mengenai Memphis hari ini paling artifisial. Kota ini tentu sangat besar, disaksikan dari ukuran nekropolis yang menghampar sekitar 19 mil di sepanjang tepi barat Sungai Nil. Ini tergolong Dahshure, Saqqara, Abusir, Zawyet el-Aryan, Giza, dan Abu Rawash, yang namanya berasal bukan dari asal-usul mereka, namun dari komunitas dekat modern. Sangat tidak banyak orang yang dapat menginginkan usia kota ini, sebab tidak terdapat kota-kota Eropa yang belum menjangkau rentang eksistensi Memphis, dan tersebut benar-benar di luar pemahaman orang-orang di Amerika. Roma barangkali akhirnya hidup lebih lama dari Memphis, tetapi laksana halnya kota yang tetap aktif sekitar ribuan tahun, pusat kota, dan sekian banyak area di kota bergeser sekitar bertahun-tahun, jadi hari ini, apa yang anda anggap sebagai Memphis agak buatan. Beberapa berpengalaman percaya bahwa kota tersebut mungkin sudah bergeser ke unsur utara kesatu, dan lantas kembali ke unsur selatan meskipun tiga milenium sejarahnya.

Tapi ada tidak banyak yang tersisa dari Kota hari ini, minimal itu dapat dilihat. Awalnya, kota ini memiliki tidak sedikit kuil, istana dan kebun yang bagus. Tapi hari ini, di samping reruntuhan yang tersebar, mayoritas kota hilang, atau terletak di bawah ladang yang dibudidayakan, lumpur Nil dan desa-desa setempat. Apa yang anda ketahui mengenai Memphis datang untuk kita dari nekropolis-nekropolis yang dilafalkan di atas, teks dan papirus dari bagian beda Mesir dan Herodotus, yang mendatangi kota itu.

Sebagai contoh, anda mempunyai sejumlah papirus dari zaman Akhenaten yang misterius tentang Memphis pada hal-hal keduniaan seperti roti panggang. Dan anda tahu bahwa dekret kerajaan menampik Kultus Akhenaten yang dikeluarkan oleh Tutankhamun sesudah kematian raja sebelumnya berasal di Memphis, yang mengindikasikan pentingnya kota-kota, bahkan atas Thebes, di Kerajaan Baru.

Apa yang terjadi pada kota tersebut menyebabkan kerusakan totalnya masih belum jelas. Di lantas Dinasti Thebes menjadi ibu kota Mesir, namun kita tahu bahwa Memphis mempertahankan tidak sedikit makna religiusnya dan terus berkembang sekitar periode ini. Sebenarnya, Thebes tidak pernah benar-benar adalahpusat administrasi Mesir yang dipegang Memphis, artinya menjadi lebih religius. Bahkan, pada Dinasti ke-18, Raja-raja Mesir rupanya sudah pindah pulang ke Istana di Memphis. Tetapi saat orang Yunani datang, dan mengalihkan ibukota Mesir ke Alexandria, Memphis menderita, dan dengan pintu masuk Kekristenan dan kemerosotan agama Mesir, Memphis menjadi bayang-bayang belaka dari bekas kota besar itu. Tetapi kematian yang sebetulnya dari Memphis barangkali terjadi dengan invasi semua penakluk Muslim di 641 saat mereka menegakkan ibu kota baru mereka tidak di Memphis, namun jarak pendek unsur utara kota di Fustat, yang kini menjadi unsur dari Kairo yang dinamakan Old Cairo, atau Koptik Kairo.

Namun, pada abad ke-12 M, seorang musafir menulis, “reruntuhan masih menawarkan, untuk mereka yang merenungkannya, kelompok keindahan yang spektakuler sehingga kecerdasannya dirancukan, dan orang yang paling lancar tidak akan dapat menggambarkannya secara memadai”. Tetapi sekitar periode Mameluke di Mesir, tanggul yang menyangga banjir Nil jatuh ke dalam kerusakan, setelah tersebut Memphis terlihat dan perlahan-lahan tertutup lumpur.

Read More