Menu

Month: June 2019

Menguak Sejarah Ramesseum Pada Zaman Ramses II

Firaun terakhir Mesir, Ramses II, menghabiskan 20 tahun membangun Ramesseum sekitar masa pemerintahannya yang spektakuler selama 67 tahun. Ramses II berkuasa selama puncak dominasi dan kejayaan Mesir Kuno sekitar abad ke-13 SM dari 1279-1213 SM. Kekayaan, popularitas, dan keangkuhan raja yang luar menjadikan salah satu kuil kamar mayat terbesar dan sangat megah.

Lokasi

Ramesseum terletak di Theban Necropolis, suatu lokasi yang terkenal untuk kuil kamar mayat untuk Firaun di Kerajaan Baru. Necropolis Theban terletak di Mesir Hulu dan berdiri di seberang Sungai Nil dari kota Luxor yang modern. Ini didedikasikan untuk memperingati Ramses II dan Dewa Amon Ra.

Makam Osymandias

Selama bertahun-tahun, Ramesseum sudah disebut dengan banyak nama termasuk “Makam Osymandias”, “Kuil Jutaan Tahun Bersatu dengan Thebes,” dan “Memnonium”. Sarjana Perancis Jean-François Champollion ialah yang pertama mengidentifikasi reruntuhan tersebut sebagai kepunyaan Ramesses II dan membuat nama “Ramesseum” pada tahun 1829.

Desain

Mengikuti kriteria standar arsitektur kuil Kerajaan Baru, Ramesseum berukuran 600 kaki (183 m) kali 220 kaki (67 m), yang luar biasa besar. Saat ini, kuil tersebut dalam reruntuhan namun pengunjung masih dapat merasakan tangan dari patung Ramses II setinggi 57 kaki (17 m) yang dulunya berdiri di depan tiang pertama mengarah ke kuil. Beratnya barangkali mencapai 1.000 ton. Di pangkalan tersebut tertulis: “Namaku Ozymandias, Raja segala Raja: Lihatlah pekerjaan-Ku, anda Perkasa, dan putus asa.”

Pintu masuk utama berdiri di tiang bagian timur yang terletak dan dihiasi dengan relief adegan dari Pertempuran Kadesh, Festival Min dan Perang Suriah. Di sayap kanan pylon ialah penggambaran kota-kota yang ditaklukkan Ramesses II pada masa pemerintahannya yang terkenal, serta penggambaran tahanan yang ditahan oleh Raja. Sayap kiri pylon menggambarkan pertempuran antara Ramses II dan Het. Di halaman pertama, hanya terdapat satu deretan tiang yang tersisa.

Ramesseum mempunyai aula Hypostyle yang merupakan ruang interior besar tempat pilar dan pilar menopang atap. Saat ini, 29 kolom masih berdiri di aula Hypostyle Ramesseum. Untuk memungkinkan cahaya, kolom tengah lebih pendek dari kolom tepi luar. Ini pun menampilkan jendela yang dilacak. Digambarkan pada kolom ialah adegan ekstra dari Pertempuran Kadesh.

Dua baris kolom Osiris mewakili Ramesses II di halaman kedua, di mana patung-patung yang sangat terawat bisa ditemukan. Halaman ini dalam situasi yang jauh lebih baik daripada yang kesatu. Terletak di sebelah bagian selatan halaman kedua ini ialah aula Hypostyle kedua namun lebih kecil yang pada sebuah waktu mempunyai delapan kolom tunas papirus. Juga dinamakan Aula Astronomi, kalender 12 bulan kesatu diilustrasikan di sini. Di dinding sebelah barat ialah sebuah adegan yang mencerminkan Ramesses II menemukan namanya disalin di pohon kehidupan oleh Dewa Thoth dan Dewi Seshat, guna meyakinkan kehidupan yang panjang dan abadi.

Di sebelah barat terbentang dua ruang depan yang sekarang hancur. Ruang depan ini menuju perpustakaan dan ruang linen dan yang dulunya merupakan tempat perlindungan yang didedikasikan untuk Amon Ra. Di sinilah Ramesses II membangun istana pemecah lumpur tempat ia bermukim selama trafik ke kuil kamar mayatnya.

Tampilan Kekayaan Hebat

Di samping ukurannya yang paling besar dan patung Ramses II setinggi 57 kaki, Ramesseum pun mempunyai lengkungan paling awal dalam sejarah. Lengkungan-lengkungan ini berbentuk tong dan dipakai untuk menyimpan bahan penguburan, dagangan milik pekerja dan merupakan gudang besar gandum dan jagung.

Di Mesir kuno, gandum dirasakan seperti emas dan berlimpah ditabung di lumbung ini dengan lengkungan. Biji-bijian ini dikirim ke semua negeri dan pun berspekulasi bahwa kuil yang lebih banyak seperti Ramesseum mempunyai kapal dagang sendiri yang dilengkapi dengan pedagang. Lumbung-lumbung ini bermanfaat sebagai representasi mewah dari kekayaan besar Firaun.

Read More